Tampilkan postingan dengan label curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2015

Semakin Rumit

Semua tak akan menjadi cerita jika bukan aku yang memulai. Yap! Bagiku ini cerita yang sedikit rumit, dimana aku sudah siap untuk memulai serius dengan oranglain. Tapi? Enthalah...
Aku terjebak diantara dua orang yang mana dua orang itu adalah orang yang sangat dekat. Bisa dibilang mereka "sahabat".
Aku mengenal mereka cukup lama, ya bisa dibilang aku tau lah mereka orang yang tipikal seperti apa. Mereka tipikal orang yang ganjen sana sini, gakbisa kalau cuma satu orang buat diajak chating. Seperti halnya cowok-cowok diluar sana yang suka umbar kata kata sana sini.
Awalnya, aku menganggapnya memang mereka suka bercanda, dan mereka tau aku suka bercanda jadi sedari dulu kita selalu bercanda kearah seakan akan baper.
Tapi semakin kesini semakin membuat ini semua rumit.
Mungkin ini jaadi semakin rumit karena aku yang terpengaruh sama bisikan-bisikan orang disekitarku yang mulai bilang "mereka itu deketin kamu".
Oh God!!!
Semakin kesini aku semakin merasa bisikan-bisikan itu benar, mereka mendekatiku. Entah aku yang hanya merasa atau memang kenyataannya seperti itu.
Bukan apa-apa, kalau memang itu adanya jujur aku belum siap. Aku takut kalau mereka tak benar-benar ingin mendekati tapi hanya ingin menjadikanku sejenis bahan taruhan "siapa yang dapetin dia, itulah yang menang". Ataupun tak dijadikan seperti itu, aku takut menyakiti salah satunya, karena sampai saat ini aku belum tau harus memilih yang mana.
Semakin kesini, semakin dekat semakin dekat (menurut bisikan bisikan itu), dan semakin kesini juga aku mulai merasakan apa yang seharusnya tak aku rasakan (jealous).
Aku meresa jealous ketika tau mereka chating dengan perempuan lain. Bahkan aku merasa jealous ketika mereka berfoto dengan perempuan lain.
Memang aku tau, mereka tipikal yang seperti itu dan aku tau laki-laki yang biasanya sedang mencari pacar selalu chating gak sama satu orang aja tapi sama banyak perempuan. Yang nantinya kalau laki-laki itu setia, dia akan meninggalkan semua perempuan itu dan fokus sama satu perempuan yang akhirnya dijadikan seorang pasangan. Istilahnya sih, semacam "dia emang chating sama banyak cewek tapi yang difokusin cuma satu".
Inilah yang membuat jadi rumit, aku tak tau aku termasuk yang difokusin atau aku cuma sebagai perempuan perempuan yang cuma dijadiin "selingan".
Tapi, yang jelas sekarang aku udah mulai ngerasa jealous-jealous kalau mereka chating sama yang lain,atau apapun sama yang lain. Dan aku belum bisa memastikan aku harus pilih yang mana.

Kamis, 11 Desember 2014

Panitia Ini Itu

Wohoooo udah sebulan lebih gak posting!!! Banyaaaak banget nih cerita yg kelewat, duh maap maap deh ya gara-gara sibuk jadi gak sempet buat posting hahaha
Ok jadi di bulan kemarin itu aku ada kegiatan POV & VAF 2014 yang lagi lagi aku jadi KSK, terus aku juga jadi panitia 3M (Mengobati, Mendidik, Menjual) jadi koor. mengobatai yg itu acara dari Sosmas HMMI, terus juga jadi bendahara II di acara makrab, panitia job fair juga jadi LO. Jadi ada hari yg bener bener aku dikoar-koarin karena kekuatan melek, dan kekuatan fisikku. Waktu itu pembubaran POV & VAF bersih selesai jam 4 pagi, dan jam 6 paginya aku udah harus ada dikampus lagi buat berangkat ke Bantul buat acara 3M itu. Walaupun aku emang bangunnya telat, jam 7 baru bangun dan jam set8 baru bisa dateng kekampus tapi mungkin semua panitia memaklumi itu. Karena sebenernya panitia juga udah pada tau kalau aku itu susah buat bangun pagi, ditambah aku baru beres acara lain jam berapa juga.

Oh iya ada cerita juga dibalik kepanitiaan itu semua.Pertama dimulai dari POV & VAF dulu ya...
Jadi di POV & VAF kemarin aku dideketin sama salah dua panitia lain. Tapi? Gak ada yg bener bener aku tanggepin. Satu doang yg selalu aku bales, karena dia punya jabatan tinggi jadi rasanya gak enak aja kalau gak dibales. Ntar dikira gak sopan lagi hahahaha. Tapi di panitiaan itu ada satu orang yg bikin aku berharap dia ngedeketin aku. Kriteria cowok yg aku mau beberapanya ada didia, Kita sempet sih gombal gombalan gitu, tapi itu kan semacam bercandaan jadi aku nganngepnya emang mungkin dia cuma bercandaan aja. Aaaaah padahal berharap banget dia bener bener ngedeketin.

Kedua, jadi panitia 3M....
Ini acara sosial pertama yg aku ikutin. Karena apa ya selama ini kegiatan kegiatan sosial yg aku ikutin itu selalu sama temen temen secondgee, dan aku juga ngerasa gak berani buat ikutan kegiatan sosial tanpa secondgee. Kali ini aku ikut acara sosial, dan langsung menjadi koor pengobatan. Oh my god! dihari H mungkin keliatan banget ya aku yg kebingungan harus ngapain.

Ketiga, jadi panitia Makrab...
Kalau makrab sih, jadi bendahara akunya. Setelah 1 tahun lebih gakjadi bendahara, kemarin baru jadi bendahara lagi. Yaaaapppp!!! jadi orang pelit, galak lagi. Tapi jujur buat makrab kemarin aku ngerasa kurang total buat jadi bendahara. Karena divisitnya banyaaaakk banget. Masa harus minjem duit ke himpunan banyak banget. Kan malu sama ketuanya hikssss

Keempat, jadi panitia di job fair....
Ikutan job fair yg tingkatannya dari fakultas doang sebenernya buat nambahin di CV biar nantinya bisa lolos seleksi acara job fair se universitas. Tapi acara job fair kemarin alhamdulillah banget dapet perusahaan yg enak, perusahaan yg gak banyak permintaan yg neko neko, perusahaan yg memanjakan aku banget sampe dikasih tiket nonton + duit hahahaha Alhamdulillah kan rejeki anak cantik emang gak kemana hahaha

Itu panitia panitia yg udah selesai. Sekarang aku lagi dimasa sibuk sibuknya di UKM SKM BULAKSUMUR, jadi sie acaranya buat kunjungan industri, jadi koor, ksk buat sertijab. Wohooooooo jadi maap maap aja ya kalau nnt postingnya lama lagi hehe.
Udahlah segitu aja dulu kali ya, aku mau lanjut sama tugas tugas non akademikkku yg belum kelar. Byeeeeeeee!!!!!

Sabtu, 06 September 2014

Kembali berkumpul

Sebuah pertemanan akan terasa nyaman jika kita bisa jadi diri sendiri, tak ada yg ditutup tutupi, tak ada kata "gengsi". Di kota rantauan ini, Yogyakarta aku menemukan orang orang yg dimana dengan mereka aku bisa menjadi diriku sendiri, bisa tertawa lepas tanpa malu, bisa melakukan semua yg memalukan bersama mereka.
Walaupun terkadang aku merasa aku sedikit berbeda dengan mereka, mereka jauh lebih baik dariku. Tapi mereka tak pernah merasa mereka lebih baik dari siapapun. Walaupun kadang aku merasa mereka sedikit melupakanku, meninggalkanku tapi mereka tak pernah sedikitpun merasa meninggalkan satu sama lain.
Semalam, kita semua merasa jenuh, merasa lelah dengan kuliah minggu pertama dimana kita jarang bertemu didalam satu kelas seperti semester lalu. Tanpa tujuan yg jelas kita memutuskan untuk berkumpul. Dan tiba tiba pemikiran untuk karaoke pun muncul. Kita langsung pergi menuju tempat karaoke. Happy puppy di Jogjatronik menjadi pilihannya. Disana kita melepaskan penat, bergoyang, berteriak, semua kita lakukan supaya muncul kesenangan. Dan kita memang senang malam tadi!

Jumat, 22 Agustus 2014

Takut kehilangan

Selalu teringat dan selalu berjanji dengan diri sendiri. Mungkin ini bisa dibilang prinsip hidupku, tak akan berhubungan lebih dengan teman sendiri, dengan semua yg serba satu (satu kelas, satu science).
Dulu saat sma pernah ingin menghilangkan prinsip itu karena sahabatku sendiri yg menjadi temanku sekelas. Tapi prinsip itu tetap bertahan karena kita berpisah kelas, dan dia sudah memiliki kekasih baru. Jadi sampai saat ini kita masih baik baik saja walaupun sekarang dia sedikit berbeda denganku. Berbeda seperti apa? Dulu dia selalu memberi kabar padaku namun kini hanyaemberi kabar ketika butuh dan penting saja.

Ok lupakan masalah masa lalu, sekarang aku akan bercerita tentang masa kini.

Aku mempunyai sahabat baru, dia baik, perhatian, easy going, ya terkadang bikin males. Tapi entah kenapa dulu kita jarang berkomunikasi di dunia maya, kini kita sering. Entah saat aku yg sedang kesepian atau dia yg sedang kesepian. Dan rasa tak ingin kehilangan dia ini muncul saat dia mulai bercerita tentang wanita lain. Ya sejujurnya aku takut kehilangan kebersamaan kita, canda lepas kita, dan jelas kehilangan dia saat aku butuh seorang teman bicara. Rasa seperti itu mungkin selalu muncul di setiap orang. Memang tak adil, memang egois jika aku melarangnya berhubungan dengan wanita lain. Dan aku berusaha untuk tidak berusaha menghilangkan ke egoisan itu.

Sekarang aku harus menguatkan hati ini untuk tetap memegang prinsip. Aku tak boleh membuat rasa kehilangan seorang sahabat yg selalu ada itu dengan rasa suka. Aku harus tetap di prinsip ini. Harus!!!

Mungkin orang akan merasa prinsip itu lucu dan mungkin tak akan bertahan dan aku akan melanggar prinsip itu. Namun selama ini sedekat apapun aku dgn sahabatku laki laki aku tak pernah terjebak kedalam rasa suka dan menjerumus ke arah percintaan. Hanya rasa takut kehilangan sesaat yg aku rasakan sendiri. Dari dulu selalu begitu.

Dan untuk kali ini tentu hanya rasa takut kehilangan! Tak mungkin ada rasa rasa yg lain. Sama seperti sebelum sebelumnya! ��

Aku hanya berharap, semoga dia tak akan mengingkari janjinya untuk tak meninggalkan saat sudah memiliki kekasih baru. Semoga dia bisa seperti sahabay sahabatku yg lain, yg tak meninggalkanku meskipun telah memiliki kekasih.

Minggu, 17 Agustus 2014

Lelucon semata

Anggep aja ini iseng iseng berhadiah. Aku baru aja ngerasa bener bener kehilangan sesosok lelaki yg biasanya nemenin aku buat ngobrol, buat bercandaan, dan buat ngeramein hp. Dan semua ini aku salahkan kareba sahabatku sendiri, yah sifat manusia selalu ingin benar. Kebetulan iseng iseng buka horoskop di yahoo, hasilnya? Hahaha ngejutin banget!! Bisa pas sama keadaan sekarang. Tapi yaudahlah gak perlu percaya begituan, emang lagi pas aja buat keadaan sekarang. Anggep aja buat lelucon semata hahahaha

Jumat, 08 Agustus 2014

Terlalu Bodoh



Aku terlalu bodoh untuk bisa terjebak di kesalahan yg sama. Kesalahan yg tak seharusnya terulang kembali. Kesalahan untuk dapat menerima kehadiranmu lagi di dalam hidupku.
Membina hubungan singkat yg berakhir dengan ketidakjelasan, menerimamu datang ketika kau sedang merasa jenuh, menemanimu ketika kau sedang merasa bosan. Itu kesalahanku dulu. Dulu sekitar 3 tahun yg lalu.
Dan sekarang, kau datang lagi. Kau datang dengan rasa jenuhmu, rasa bosanmu, rasa kesepianmu, dan semua rasa sedihmu itu. Kau kembali kedalam hidupku walau sebenarnya aku tau mau dibawa kemana hubungan ini. Kau tak akan membina hubungan serius seperti dahulu. Kau hanya singgah ke dalam hidupku, sementara. Hanya sementara sampai kau mendapatkan kehidupanmu kembali. Kehidupan dengan sesosok perempuan yg dulu pernah mengisi hatimu setelah aku, yg dulu pernah menemanimu ketika kau sedang merasa jenuh karena aku sibuk dengan duniaku sendiri.
Hampir 2 bulan sudah kau datang lagi di kehidupanku. Itu artinya 2 bulan lebih kau telah mengakhiri hubunganmu dengan wanita itu.
Hampir 2 bulan sudah kita membina hubungan yg tak jelas ujungnya, yg tak akan mungkin kau kembali kedalam pelukanku seperti dulu. Kau datang hanya untuk mengisi kekosongan hatimu, mencari hiburan sesaat tanpa mengharap kita akan membina hubungan seperti dahulu. Aku tau itu, aku sudah menduga akan berakhir seperti apa. Kau akan pergi disaat kau sudah tak membutuhkanku lagi, disaat kau mendapatkan wanita itu lagi.
Ini kesalahanku, menerimamu datang di kehidupanku selama hampir 2 bulan ini. Kesalahan yg mungkin tak akan aku sesali.
Kini, perlahan kau pergi dari kehidupanku. Mungkin ini sudah saatnya kau kembali kepadanya dan pergi meninggalkanku sendiri lagi. Antara rela dan tak rela untuk melepasmu kedalam pelukannya lagi. Tapi, jika itu yg terbaik untukmu aku tetap tak rela. Sampai kapanpun aku masih ingin memperbaiki kesalahanku 3 tahun lalu. Aku masih ingin menemanimu, membina hubungan serius seperti 3 tahun yg lalu.
Bodoh, memang. Aku terlalu bodoh untuk berfikir seperti itu. Aku terlalu bodoh untuk berkhayal seperti itu. Tapi, itulah keinginanku.

Kamis, 17 April 2014

Teror atau Penipuan

Pagi pagi waktu aku mau mandi prepare berangkat UTS, tiba tiba dapet sms dari Nova

"Beb, berangkat jam berapa?"
"Gatau beb, ini aku mau mandi hehe"
"Ok dah beb"

Selesai mandi, dapet sms dari Mamah

"Kak sehat kan? Tadi ada yg nelfon mamah bilang kalo kakak kecelakaan"
"Sehat, ini mau berangkat UTS"
"Yaudah, selamat UTS aja, jaga kesehatan"

Sejenak aku mikir, dalem ati "Mamah udah dibilangin jangan suka percaya gitu aja sama sms sms apa telfon tetep aja kayak gitu"

Dan ternyata...
Aku baru tau tadi waktu nelfon mamah pake bonusan telfonnya Nova, kalo ternyata kemaren itu ada yg nelfon ngaku ngakunya guruku.
Kata Mamah sih bilangnya gini "Hallo bu, ini saya Rina gurunya Rovadita. Rovadita nya jatoh dari tangga sekolah sekarang pingsan dan ada pendarahan di otak ini mau dibawa ke rumah sakit."
Dan kata Mamah juga si ibu ibu yg ngaku guru aku itu ya telfon rumah, telfon hp mamah juga.
Mamahku cuma nanya berulang ulang "Ha? Sekolah bu? Bener sekolah?" Mungkin mamah udah ngerasa ada kejanggalan, karena aku kan udah ngampus bukan sekolah lagi.
Dan dia ngejawab "Iya bu saya gurunya disekolah"

Tapi, walaupun Mamah ngerasa ada kejanggalan dia tetep aja kaget sampe katanya pingsan, lemes gak berdaya gitu (maklum jantung lemah). Ternyata waktu pagi pagi Nova sms itu, sebelumnya dia disms sama Mamah buat nanya aku lagi dimana, gak kenapa napa gitu. Dan Mamah lagi lagi telfon keluarga bude yg katanya bude ikutan lemes denger kabar itu.

Mamah sedikir lega waktu dapet balesan dari sms Nova sama aku yg nyatain aku baik baik aja. Hmmmmm entah ini teror atau penipuan belaka. Yg jelas kalo ini penipuan, sipenipu canggih banget atau si penipu bener bener udah ngincer keluargaku. Kenapa gitu? Jarang orang tau nama depanku "Rovadita", dan dia kayanya tau aku gak kuliah di Semarang dalam arti pisah sama orangtua. Kedua kenapa si penipu itu tau nomer telfon rumah + nomer hp mamahku? Jelas banget dia tau detail keluargaku.
Atau ini teror dari orang yg gak suka sama keluargaku? Yg jelas lagi jarang orang tau nomer telfon rumah kecuali orang orang terdekat dan orang orang salah sambung. Kalo menurutku sih itu orang mau iseng sama keluargaku, dan bermaksut neror juga biar keluargaku kapok mungkin.

Entahlah yg jelas sekarang aku bersyukur aku dan keluarga dalam keadaan baik baik aja, dan semoga kita selalu didalam lindungan-Nya. Amin
Dan semoga orang yg ngelakuin teror atau penipuan itu dapat dibuka mata hatinya, dimaafkan kesalahannya sama Allah SWT. Amin

Selasa, 15 April 2014

Datang Lagi

Entah apa yg terbesit dalam fikiranku. Aku sudah lama tak memikirkannya lagi, aku sudah lama tak mengenalnya lagi. Bahkan aku sudah lupa dengan semua yg pernah kita lakukan. Namun, raasa yg dulu pernah ada kini datang lagi. Semua terasa seperti magic.
Ada pepatah mengatakan "merubah keadaan tak semudah membalikkan telapak tangan." Apakah mungkin pepatah itu berlaku juga untuk perasaan?
Mungkin ini hanya perasaan sesaat saja. Perasaan rindu akan perhatian dan kasih sayang dari seseorang. Apa mau dikata kini aku dan dia sudah tak bisa bersama lagi. Karena kini dia sudah bahagia dengan kekasihnya.

Senin, 14 April 2014

Kembali

Sejenak pikiranku tentang UTS teralihkan..
Dia datang lagi, dia yg dulu hampir melakukan kesalahan bodoh, dia yg dulu hampir menjadi bagian dari hidupku. Dia datang lagi dengan panggilan yg masih sama, panggilan yg dia buat sama dengan dia memanggil pacarnya.
Mungkin dia sedang jenuh dengan pacarnya, jadi dia datang kembali menyapaku. Ya itu hal biasa, saat dia sedang jenuh dia selalu datang padaku. Dan dia selalu menyenangkanku, menuruti semua apa yg ku mau, dan selalu melakukan tindakan bodoh lainnya. Disatu sisi ingin kurebut dia dari pacarnya, tapi disisi lain? aku merasa bersalah. Merasa bersalah menerimanya dia datang lagi.

Jumat, 11 April 2014

Embohlah

Harus bisa memprioritaskan yg mana yg lebih baik, mana yg lebih penting. Mungkin kutipan itu harus bener bener aku terapin, aku pahamin. Sekarang ini aku lagi menjalani yg namanya UTS (Ujian Tengah Semester). Capek? Pusing? Pasti rasanya bakal kaya gitu. Butuh penyemangat, penghibur, penenang buat hati sebenernya. Kalo kata orang jawa sih "Tapi sopo?" yg mana arti indonesianya "Tapi siapa?".

Sekarang, aku lagi seneng senengnya ngumpul bareng, pergi bareng, ketawa bareng, begadang bareng sama mba Tyas,mba Sally (Temen temen kostku). Mereka satu tingkat atas dari aku. Seneng banget, ngerasa bener bener punya kakak disini, jadi ngerasa gak begitu kangen sama rumah. Yaaa setidaknya ada rasa yg menghalangi buat pulang ke rumah lah. Aku sering cerita sama mereka, tapi paling sering sharing sama mereka. Tanya tanya soal ini itu lah, yg pastinya aku ngerasa bener bener tambah ilmu dari mereka, tambah wawasan. Walaupun kita bener bener beda karakternya, beda seleranya tapi aku ngerasa nyaman banget sama mereka. Mereka juga sering ngasih motivasi ke aku. Sering nyuruh aku buat belajar, sering ngingetin aku buat kuliah, belajar, makan. Aaaahhh pokoknya mereka super banget!!!

Suatu ketika, aku bener bener ngerasa jenuh sama semua yg ada (kecuali mba tyas sm mba sally). Aku jenuh sama kuliah, matkul,temen temen sekelas, dan bahkan sama temen temen paling deket disini. Aku ngerasa anak anak dibawah ratarata beda. Entah itu cuma perasaanku, apaemang kenyataan gitu? Atau mereka juga sebenernya jenuh sama aku, tapi mereka diem?. Sampe suatu saat aku diem, bener bener diem dari mereka, ya walaupun sebenernya bukan aku pgn diemin mereka juga sih emang aku lagi males ngomong, lagi ngerasa nothing banget lah, nah mereka nanyain "va kenapa? daritadi diem aja?". Dan disitu aku langsung kepikir, oh mungkin emang semua yg aku pikir beda itu cuma perasaanku sendiri aja, aku yg terlalu mengada ada.

Tapi, waktu rasa itu mulai perlahan pergi kini agak muncul lagi...

Mereka punya plan buat pergi bikin something, dan aku gak tau sama sekali soal plan itu. Diajakpun enggak! Yaaa memang aku sadar mereka gak sepenuhnya milikku, yg setiap saat harus lapor sama aku mau ngapa ngapain, yg setiap saat harus nanya ke aku mau ikut apa gak. Tapi seenggaknya kalo mereka pergi rame rame nawarin kek -_-
Untung aku ngirim pesan kesalah satu dari mereka, jadi aku tau kalo mereka mau ngadain plan itu, dan mungkin kaya terpaksa ngajak aku mungkin?
 Yaa mungkin kedengerannya aku kaya anak kecil banget, gak dewasa, saol kaya begituan aja ngambek tapi.....
Embohlaaahhhhhh

Minggu, 06 April 2014

Something Wrong

Feel so different, now like I haven't anyone who care with me. I love them, but now? I feel something wrong with them. may they are not comfort with me again? Oh god please give me a clue. I'm just trying to give the best to them, provide for their happiness, but now there is only a fake smile.  I only can give a fake smile, and maybe they are also so. I just wanted to laugh out loud again, together again, and all we've ever done. But maybe that's just wishful thinking that will not be achieved. They started ignoring me, I do not consider any of them. Maybe I'm just a nuisance for them. Oh god is this just my feelings or the fact that? Please, give me a clue: (

Kamis, 03 April 2014

Rasa Itu..

Ada saatnya titik kejenuhan akan datang. Entah sampai kapan rasa itu akan bertengger di diri ini. Ingin rasanya melepas semua rasa ini, membuang jauh jauh rasa ini,akan tetapi orang orang disekelilingku tak ada yang mengerti. Tak ada yang bisa membantuku untuk membuang jauh jauh rasa ini. Hanya bisa diam menunngu sampai kapan rasa ini akan pergi. Kucoba meyakinkan diri ini, ada saatnya nanti rasa ini pergi, pergi untuk selamanya. Tapi disisi lain ada bisikan yang menjatuhkan keyakinan itu. Disisi lain ku mendengar, akan ada titik titik lainnya yang akan datang entah itu titik kritis atau titik yang lebih buruk dari itu.Saat ini hanya bisa mencoba menjalani semua yang ada, untuk bagaimana kedepannya hanya bisa berserah kepada Tuhan.

Selasa, 01 April 2014

Titik Kejenuhan

Ada saatnya orang merasa senang,sedih,bahagia,bosan,jenuh. Saat ini aku merasa berada di zona jenuh. Dimana aku merasa jenuh dengan semua rutinitasku di Jogja ini, terutama dikampus,tugas kampus,dan semua yg berbau bau kampus. Dulu aku selalu merasa bersemangat, dulu ketika ku duduk di bangku sd,smp,sma. Entah apa yg membuatku sekarang ini menjadi malas berbicara,malas mengurusi ini itu. Aku mulai merasa jenuh dengan semua yg ada disini, dan sekarang perlahan merambat ke teman temanku yg ada disini. Aku merasa mulai muak dengan mereka mereka teman sekelasku. Baik yg dekat denganku ataupun yg jauh denganku. Entah setan apa yg telah merasukiku hinggaku selalu berfikiran jelek soal mereka, aku selalu merasa minder dan bahkan aku merasa ingin segera lari dari kenyataan ini.
Terkadang aku merasa lelah benar benar lelah, baik itu fisik maupun fikiran. Dan terkadang aku berfikir kenapa Tuhan tidar segera menidurkanku, aku ingin tidur yg lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Aku sudah lelah aku sedang berada dititik kejenuhan..

Cowok Idaman



 Oke kali ini aku bakal bahas soal cowok idaman. Siapa sih yang gak punya cowok idaman? Pasti semua punya kriteria buat cowok idaman masing masing orang. Seenggaknya pasti banyak yg jawab bertanggung jawab,baik,setia…dan blablablablaaaa. Itu mah kriteria yg udah pasaran! Udah umum banget itu mah. Tapi nyatanya? Cowok jaman sekarang mah udah langka yg kek gitu. So, menurutku cari yg lebih lebih detail lagi biar gak nyesel nantinya.
Abis jalan bareng temen temen ayah, aku langsung berfikir soal cowok idamanku. Yg pertama kali sih pastinya good looking lah ya, masalahnya ayahku gak suka kalo aku deket sama yg bad looking hahaha bisa bisa aku abis diejekin dia kalo dapetyg bad looking. Kedua sih berharap banget dapet cowok yg golongan darahnya A, kenapa harus A? Golongan darah A adalah calon seorang pemimpin dan rata rata orang golongan A itu sukses hahahaha. Ketiga aku berharap dapet cowok yg pengetahuan umumnya luas, karena aku anak eisec so aku harus dapet pasangan dari anak social, belom lagi aku gak begitu luas pengetahuannya jadi kalo si cowok punya pengetahuan luas kan bisa nutupin kekuranganku hahaha. Keempat dia harus bisa main music,ngerti music kalo bisa sih musisi hahaha biar apa coba nyari kek gitu? Biar bisa ngehibur aku, dan tau mana selera music kampungan sama high class. Nah jadinya aku gakbakal norak dihadepan keluarga besar. Tapi menurutku yg paling penting buat aku sih ya alesan pertaman,kedua,ketiga. Udah kalo udah dapet 3 itu pasti bener bener aku jaga, aku kenalin ayah mamah deh hahahaha.

Kamis, 06 Maret 2014

Disukai Cuma Setengah Setengah

Gimana sih rasanya disukain tapi cuma setengah setengah? Tentunya gak seenak telor setengah mateng. Dia udah jelas suka, tapi gak ada usaha sama sekali. Cuma bisa deketin waktu kita kumpul bareng bareng. Cuma bisa mepet mepet, ngajak ngomong tapi dia gak minta apapun biar komunikasi kita berlanjut. Kesel? Pasti! Akhirnya yg awalnya gak ada rasa apa apapun jadi ngerasa penasaarn. Mau apa sih sebenernya dia? Apa kemaren dia ngerasa kesepian waktu kita kita lagi ngumpul bareng? Jelas gak mungkin karena waktu ngumpul rame rame itu kebanyakan temen temennya, dimana aku cuma punya 1 orang temen yg seangkatan. Apa dia ngerasa kasian sama aku karena cuma aku cewek dari angkatan dibawahnya? Mungkin sih. Tapi ini bener bener bikin penasaaran. Dia selalu mepet, tapi dia gak pernah minta pin, nomer atau apalah. Dia cuma ngajak ngajak ngomong yg gakpenting banget buat di omongin.
Akhirnya dia nge follow twitter... Tapi dia gak mention buat minta follback, atau mention apa kek gitu. Percuma aja kan? Padahal awalnya udah ngarep banget dia mention, terus nge dm minta pin ku. Aaaahhhhh sebel bener bener sebel kalo berasa di ulur banget gini!!!
Padahal, temen temenku aja udah bilang kalo dia itu keciri banget suka tapi kok usahanya cuma segitu doang, gak ada lebih. 

Jumat, 24 Januari 2014

Drama Akan Dimulai (lagi)

Dulu banget aku pernah memprediksi ini semua. Dimana Ben Jas bakal jadian sama mantan sahabatku waktu smp panggil aja Dede. Aku pernah banget bilang sama diri aku sendiri,entah darimana asalnya rasanya kalau mereka bakal jadian dan kejadian itu bener bener kejadian. Jealous, marah yg aku rasain waktu itu. Tapi perlahan aku nerima semua. Dan hampir tiap hari drama antara mereka berduapun muncul di timeline social media. Hellooooowww masih jaman ya drama di social media? hahaha
Tapi sebenernya aku iri, hubungan mereka berdua direstuin sama mamahnya Ben Jas. Sedangkan dulu waktu aku sm Ben Jas mamahnya agak gak setuju gitu sama aku. Karena apa? Karena mamahku sm mamahnya dia itu deket banget. Mungkin mamahnya dia takut kalo nanti hubungan mereka malah jadi buruk kali ya kalo kita putus nantinya. Tapi, dulu mamahnya dia sering nanyain aku waktu aku masih sama dia, entah nanyain kabar, nanyain hubungan kita,nanya ini itu pokoknya. Emmm entah itu tanda setuju apa cuma nanya nanya biar anaknya seneng. Eh udah udah balik ke masalah Ben Jas sm Dede kenapa malah bahas aku dulu sama Ben Jas -_- *salahfokus*
Jadi ya gitulah intinya mereka sering berdrama ria di social media. Nah bulan apa gitu kemaren mereka putus. Kabar gembira? tentunya buatku haha tapi Ben Jas udah punya pacar lagi. Pupus lagi? Pasti.
Dan Januari ini Ben Jas balik ke Semarang. Akupun juga balik ke Semarang. Disuatu malam *lebay* aku mimpi Ben Jas nyamperin aku, dia meluk aku, dia bilang nyesel ke aku, dia ngajak balikan lagi, dia nangis dipelukanku. Waktu aku bangun tentunya aku berharap itu bakal kejadian bener bener. Tapi, waktu aku balik Semarang, aku gak pernah ketemu dia sama sekali. Contact contact pun gak pernah. Sedih? Biasa aja sih.
Naaahhh yg bikin rada sedih itu, ternyata Ben Jas sama Dede balikan lagi! Siaaaallllll!!!!! Dan itu udah aku prediksi dulu waktu mereka putus. Hmmmmmm bakal ada drama lagi ini di social media. Tinggal nunggu aja tanggal mainnya mereka bakal putus kapan. 


Rabu, 22 Januari 2014

Ngerasa Paling Bener?

Cerita ini berawal dari Penerimaan Siswa Baru disekolahku. Dimana ada penerimaan siswa baru, pasti ada Masa Orientasi Siswa. Yap! Ajang dimana para OSIS disekolah caper ke adek adek kelas yg baru. Ajang dimana para kakak kakak seniornya dapetin adek kelas. Daaannnn ceritapun dimulai!!!!
Selama Masa Orientasi Siswa, para kakak kakak OSIS tentunya keluar dari pelajaran dan sibuk ngurusin semua urusan di acara itu. So, OSIS seangkatanku pun beramai ramai cari muka didepan adek adek kelas entah apa tujuannya aku gak ngerti. Dan tentunya ajang juga cari cari adek kelas yg bening biar bias digebet. Gak perlu kali ya disebutin siapa siapa aja yg endingnya dapet adek kelas. Yg terpenting inti yg ada dicerita ini aja.
Panggil aja Uni, temen satu smpku, temen sekelasku waktu kelas satu SMA, temen satu OSIS. Dia salahsatu dari temen temenku yg dapet adek kelas. Dan gak disangka ternyata dia satu kelas sama adekku. Supri, cowok sok cakep,cungkring,bungkuk,mata sayu,yg udah keliatan banget dia perokok berat,dan keliatan banget anak berantakan. Cowok itu yg udah mikat hatinya Uni.
Awalnya, adekku sm Supri itu gak kenal deket. Maklumlah anak baru, masih gengsi buat deket deket, buat sok kenal kenal gitu. Tapi seiring berjalannya waktu, adekku deket sama Supri. Uni tau? Tentu Uni tau. Sampe sampe Uni sering curhat sama adekku dan nganggep adekku itu adeknya juga. Tapi gatau kenapa si Supri mepet adekku terus. Sampe Supri pernah bilang ke adekku kalo dia mau mutusin Uni demi adekku. Tapi? Adekku dengan tegas bilang dia gakmau! Dan blablabla si Supri sering main kerumah dengan alasan minjem tugaslah, minta file tugaslah, minjem catetanlah, dan semua yg berbau bau tugas. Awalnya aku kira, Supri udah ijin sama Uni jadi aku selo aja, aku gak bilang ke Uni. Tapi suatu saat setelah beberapa kali Supri dateng kerumah dia ngomong sama aku.

(Aku jalan mau masuk kerumah)
“Kak….”
“Kenapa Sup?”
“Jangan ngomong ngomong ke Uni ya kalo aku dateng kesini”
“Loh? Kenapa? Takut Jealous?” Tanyaku ke Supri penuh keheranan
“Iya kak, tau sendiri kan Uni kayak gimana jealousnya? Aku gakmau nanti dia mikirnya kenapa napa gitu. Aku gakmau nanti dia malah ngomong ini itulah. Jadi mending jangan bilang bilang ke Uni ya kak?” Jawabnya santai
“Oh… Ok deh” 
Dan setelah dia ngomong kayak gitu, aku baru tau ternyata Supri gakpernah ijin sama si Uni. Dan untuk menjaga hubungan mereka aku ngerasa aku turutin aja kemauannya Supri. Tapi lama kelamaan, si Supri ngelunjak. Dia sering banget main kerumahku. Ayah Mamahku pun sampe ngerasa risih ada itu anak. Mau ngusir gak enak, gak diusir ngerisihin. Sampe Mamah Ayahku berantem Cuma gara gara Supri sering main kerumah tanpa alesan yg jelas. Aku? Aku Cuma bingung harus ngapain laporkah ke Uni? Atau turutin kemauannya Supri. Adekku? Jelas adekku juga risih Supri sering kerumah, sampe kadang dia nyuruh kakakku nemuin dia aja ngasih buku yg mau dipinjem. Dan pacarnya adekku diem diem jealous sama Supri. Garagara ulangtaunnya adekku, si Supri mau ngasih sureprise ke adekku yg sureprisenya itu so romantic. Karena pacarnya adekku itu masih anak dibawah umur (anak smp) jadi tanpa mikir dia langsung lapor ke Uni.

Uni marah? Tentu marah! Uni sms aku, mengintrogasi ini itu ke aku. Dia sms adekku juga. Dan blablabla. Supri minta tolong sama aku buat ngomong ini itu didepan Uni dengan alesan nenangin Uni dulu baru nanti dijelasin. Ok aku turutin. Besoknya adekku diintograsi sama Uni. Akupun juga. Supri? Jelas di intograsi. Uni ceritain semua itu ke temen temennya? Ke temen temen adekku? Ke semua orang yg kenal sama dia? Tentuuuuu!!!!! 

Semenjak kejadian itu, adekku sm Supri udah gak ada contact lagi. Apalagi aku sm Supri udah sama sekali gak ada contact. Tapi, Uni selalu ngungkit ngungkit masalah ini ke social media. Aku? Diem ajalah buat apa juga balesin ocehan gak jelas. Aku dan adekku udah anggep itu semua clear! Entah si Uni gimana anggepnya, Supri gimana anggepnya.

Selang beberapa bulan, Uni Supri putus. Adekku sm Supri udah gak sekelas lagi. Tapi, Supri dateng lagi kehidupnya adekku. Supri mepet adekku lagi bertepatan dengan kedatenganku dari Jogja (liburan Idul Adha). Supri jemput adekku, anter adekku dan sesekali mampir kerumah dengan alesan mau minta maaf ke aku soal masalah yg dulu. Aku Tanya ke adekku, adekku cuma bilang…

“Taulah, sesuka dia mau ngapain. Sono ladenin daripada ntar ngebacot lagi”
Daaaannn aku gaktau apa yg terjadi. Waktu adekku liburan ke Jogja dia nyamperin juga ke Jogja. Aku bilang ke adekku.
“Kamu ada apa sama Supri? Jangan bilang ada hubungan special?” Tanyaku waktu sampe dikosanku
“Gak ada apa apa, dia deketin aku lagi”
“Serius? Aku gak setuju kalo kalian sampe ada hubungan special”
“Emang siapa yg mau? Aku juga gakmau kali”
“Bagus deh kalo gitu, sebenernya dari dulu aku gak setuju kalo kalian terlalu deket. Apalagi kalo punya hubungan special. Dan sebenernya dari dulu aku mau ngomong sama dia”
“Yaudah buruan kamu ngomong ke dia, aku takut mau nolaknya tu. Tau sendiri dia orangnya gimana kalo gak diturutin apa maunya”

Dan setelah itu, aku punya rencana. Aku,adekku,Supri ketemuan di salahsatu Mall di Jogja. Disana aku ngomong sama Supri kalo aku setuju dia temenan,sahabatan,kakak adekan sama adekku tapi satu yg aku gak setuju itu kalo mereka pacaran. Dan setelah aku ngomong kayak gitu kedia, waktu aku balik ke Semarang dia gak berani ketemu sama aku. Entah kenapa takut katanya ketemu sama aku. Hahahaha baguslah kalo kayak gitu.

Oh iya. Adekku juga bilang kalo temen sekelasnya Supri yg namanya April sm Tata itu selalu ngebet buat adekku sm Supri itu jadian. April temen deketku sm adekku juga dari dulu ternyata sekarang memihak ke orang yg salah. Untung adekku dipihakin sama Intan, Farha, Aldo. Mereka bertiga itu temenku juga di OSIS dulu hehe.

Dan blablablablabla sampe akhirnya aku balik Semarang adekku cerita

“Kamu tau? Supri bilang ke April sm Tata kalo Supri itu sayang sama aku tapi dia bilang ke orang orang lain dia gak sayang sama aku. Dia deketin Uni lagi. Dan dia ngata ngatain aku munafik gara gara aku nolak dia dia bilang sebenernya aku sayang sama dia tapi aku ngomongnya gak sayang sama dia”
“Loh? Deketin lagi? Dulu aja bilangnya apa sekarang apa? Siapa yg munafik sebenernya”
“Gaktau lah, yg jelas aku dimarahin dijauhin sama April sm Tata juga garagara Supri”
“Loh? Kok segitunya sih April”
“Tau tuh, mereka tu Cuma liat sisi baiknya si Supri doang, mereka gaktau jeleknya Supri tu kayak gimana. Aku kenal Supri udah hamper 2 tahun mereka? Baru beberapa bulan aja udah kayak gitu”
“Yaudah diemin aja”

Besoknya abis adekku nemuin April, Supri nyamperin adekku dikelasnya. Dia nunjuk nunjuk ke adekku, dia bentak bentak adekku didepan banyak orang. Gilaaaaa!!! Punya derajat apa dia sampe gituin adekku? Mamah, Ayah, sama aku pun gak pernah ngelakuin itu ke adekku. Dia? Dia yg bukan siapa siapa berani kayak gitu? Heloooooo!!!! Ngaca plisssss!!! Siapa yg salah? Yg salah itu situ bukan adekku! Gak usah ngerasa paling bener gitu deh ya! 

Aku bingung sekarang, adekku nangis didepan aku dia bilang dia malu digituin didepan banyak orang, dia sampe gak ikut pelajaran gara gara itu, dia bingung harus apa besok disekolahan.

Aku? Mau marahin Supri? Marah ketemu marah pasti gakbakal ada ujungnya. Aku milih diemin aja dulu. Ikutin aja aturan mainnya dia gimana. Dia maunya gimana. Yg jelas aku gak terima aja adekku digituin. *tariknafasdalemdalem*