Siapa yang bisa merasa bahagia bila ditinggalkan?
Siapa juga yang bisa merasa senang bila dia pergi?
Biarpun mungkin hanya sementara waktu saja, namun hati tidak bisa dipungkiri.
Rasa cemas dan rindu selalu bercampur aduk menjadi satu.
Apakah harus kemudian dipungkiri?
Ingin rasanya bisa berteriak, “Jangan pergi, dong!!! Jangan!!! Tetaplah di sini!!! Tetaplah selalu di sisi saya!!! Saya tidak bisa tanpa dirimu di sini!!!"
Mungkin bagi sebagian bilang terlalu berlebihan, namun bagi sebagian lagi tidak.Namun yang pasti, tidak mungkin tidak merasakan kerinduan itu. Diakui atau tidak. Rindu itu akan selalu ada.
Lain mungkin ceritanya bila kita yang pergi, ya. Biasanya, memang lebih mudah meninggalkan daripada ditingalkan. Iya, nggak, sih?! kalau meninggalkan sudah tahu memang sudah seharusnya begitu dan memang sudah punya tujuan yang pasti. Sudah tahu pula apa yang akan dilakukan. Biarpun selalu ada rindu, tetapi mungkin rasanya berbeda.
Tak jarang pada akhirnya kemudian hal ini yang memicu pertengkaran dalam hubungan percintaan. Habis biasanya, jadi mikir negatif, sih?! Cemburu biasanya selalu menghantui. Ketakutan akan kehilangan selalu merajalela. Susah sekali untuk diredam. Sulit sekali untuk tidak diluapkan.
Ada baiknya bila kita harus berpikir positif bahwa segala sesuatunya memang sudah harus begitu. Ditinggalkan dan meninggalkan adalah hal biasa terjadi. Selalu ada hikmah dan manfaatnya tersendiri.
Khusus untuk yang meninggalkan, kalau bisa, jangan pernah lupa juga untuk selalu memberikan reportase singkat. Entahlah apa itu bentuknya. Supaya yang ditinggalkan tidak merasa benar-benar ditinggalkan.
Biarpun semakin galau perasaan yang ditingalkan namun tetap merasa nyaman karena tidak merasa ditinggalkan. Tetap selalu bisa bercinta walaupun hanya lewat kata-kata mesra. Selalu isi kekosongan hari-hari dengan kegiatan yang bermanfaat. Kesepian hanya memicu gundah gulana. Tidak ada juga gunanya. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan akan semakin cepat rasanya waktu berlalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar